Site Sponsors
  • Strem Chemicals - Nanomaterials for R&D
  • Oxford Instruments Nanoanalysis - X-Max Large Area Analytical EDS SDD
  • Park Systems - Manufacturer of a complete range of AFM solutions

There is 1 related live offer.

Save 25% on magneTherm

Studi Mengungkapkan Efek Toksik dari Nanopartikel Oksida Cerium di Hati

Published on November 19, 2011 at 1:52 AM

Oleh Cameron Chai

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr Eric R. Blough dan timnya di Pusat Marshall University untuk Nanosystems Diagnostik, nanopartikel cerium oksida, yang dimanfaatkan sebagai aditif bahan bakar untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar mesin mobil, bisa masuk hati dari paru-paru dan menyebabkan kerusakan pada hati.

Dr Eric R. Blough

Selama studi, tim peneliti menemukan peningkatan dosis-tergantung dalam konsentrasi cerium di hati hewan bila terkena Nanomaterials. Peningkatan konsentrasi cerium meningkatkan tingkat enzim hati dalam darah, mengakibatkan kerusakan hati. Tim ini telah menerbitkan temuannya dalam Journal Internasional nano.

Cerium oksida nanopartikel biasanya digunakan sebagai agen polishing untuk lensa mata, tabung televisi dan cermin kaca dan sebagai aditif bahan bakar untuk mengurangi emisi partikulat. Menurut peneliti, nanopartikel cerium oksida juga dapat digunakan dalam pengobatan radiasi kerusakan jaringan, penyakit neurodegeneratif dan penyakit kardiovaskular berdasarkan temuan pada kemampuan untuk berfungsi sebagai antioksidan.

Blough menyatakan bahwa ini adalah studi pertama-tama menganalisis efek racun dari Nanomaterials cerium oksida dalam hati. Hal ini penting untuk mempelajari tingkat toksisitas Nanomaterials sebagai penggunaan mereka semakin meningkat dalam berbagai produk dan dalam industri. Dr Siva K. Nalabotu, anggota tim Blough dan penulis utama studi tersebut, berkomentar bahwa bunga atas nanotoxicity yang terus meningkat. Studi penelitian menunjukkan bahwa nanopartikel cerium oksida dapat masuk ke dalam hati melalui sirkulasi udara dari paru-paru dan menyebabkan kerusakan hati. Langkah selanjutnya dari penelitian ini adalah untuk memahami mekanisme toksisitas, ia menambahkan.

Sumber: http://www.marshall.edu

Last Update: 25. November 2011 13:52

Tell Us What You Think

Do you have a review, update or anything you would like to add to this news story?

Leave your feedback
Submit